Get Adobe Flash player

HIKMAH

 

كفى بالموت وعيظا

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

كل  نفس ذائقة الموت ثم الينا ترجعون

 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 31:57)ImageDemikian Allah berfirman dalam kitab suci alqur’an. Jadi setiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan.

Pada hari Ahad 12 April 2009 bertepatan dengan tanggal 16 Robiul Akhir pukul 04.00. WIB ayahanda tercinta dari Drs. Yusuf Buchori (Ketua Pengadilan Agama Kendal) yang bernama Moh.Nurhadi dalam usia 74 tahun telah berpulang ke rahmatullah. Kita semua mendoakan semoga amal ibadah beliau di terima oleh Allah Swt.

Kehadiran keluarga besar Pengadilan Agama Kendal ke tempat duka yang dikomandani Drs.Mashudi,HS,MH. di samping menghibur bagi yang dirundung duka, juga sekaligus menjadikan kunjungan ini sebagai nasehat yang amat besar faedahnya bagi pengunjung itu sendiri.

Sebagaiman disebutkan di atas bahwa semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; di sisi lain  Allah juga menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

قل ان الموت الذي تفرون منه فإنه ملاقيكم ثم تردون الى عالم الغيب والشهادة فينبئكم بما كنتم تعملون

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang dengan kematian; mereka Imageberpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan hak orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.ImageManusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

Untuk itu perlu juga kita renungkan ungkapan kata mutiara “ gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan  belang, manusia mati meninggalkan nama “

و لدتك  امك  يا ابن ادم   باكيا   والناس حولك يضحكون سرورا

 

فاعمل لنفسك ان تكون اذا باكوا  في يوم موتك ضاحكا مسرورا

 


Ass Wr Wb... Saudaraku, mungkin hal ini perlu kita renungkan dan kita bagi untuk saudara yang lain..

  SEMENIT SAJA

  Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

  Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

  Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

  Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

  Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

  Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

  Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

 Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu, namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

  Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Al Qur'an, namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

  Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

  Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.

  Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

  Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya,

  ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..?

 Sebar luaskanlah & bersyukurlah kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK,PENGASIH DAN PENYAYANG.

 . Betapa banyak orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka masih

percaya akan sesuatu?

 

BOCAH MISTERIUS
 
 By.AHMAD FAUZI

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang... Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.
Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya
memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut. Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-Orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

 



Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.
Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani  Melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan Nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya. Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun lalu menegurnya. Cuma,ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar Luqman.

"Bismillah.. ." ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.
Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.

 


Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang
melihatnya.

"Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada
Luqman.
"Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa?
Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu.."

 


Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.
"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

 

Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?

Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian
mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!

 


Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian..!?"

 


Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. "Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa
ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, juatru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?

 


Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?

 


Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

 

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...!

 

 
Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja  Mendekap harta secara berlebih?

 


Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang disekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta,tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

 

 

 

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan..., jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak..."

 


Wuahh..., entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.
Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini
bukanlah bocah sembarangan.

 


Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu,bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong. Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak
ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran
didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!

 


Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

 


Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang
berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan
lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya
orang.
Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.

Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.
 

 

 

 

 

SABAR DAN SYUKUR

(Drs.Rohmat,MH. / Hakim PA Kendal)



Bak pisau bermata dua,  bila dipakai sebagai senjata hidup di dunia, maka niscaya akan menyelamatkan pemegangnya dalam mengarungi bahtera kehidupan, dia lah yang bernama sabar dan syukur. Sudah barang tentu dalam kehidupan ini manusia akan menemui dua hal kehidupan yaitu bahagia karena nikmat yang Allah berikan dan musibah yang ditimpakan oleh Allah kepada hamba-Nya.

 

 

Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan kata sabar lebih dari sembilan kali, yang masing-masingnya Allah menyandarkan kebaikan yang banyak dan derajat yang tinggi sebagi buah dari kesabaran tersebut.

 

      Bahkan salah satu perintah Allah yang pertama kali yang diperintahkan kepada Rasulullah adalah perintah sabar (QS.73:10)  atas perintah itu Rasulullah melaksanakannya dengan senang hati, beliau bersabar hingga Allah menolongnya.

        Secara naluri nafsu itu cenderung memilih istirahat dan senang-senang, dan nafsu membenci hal-hal yang berat dan melelahkan, seorang penyair bersenandung “roaitu annafsa takrohu ma ladaiha watatlubu kulla mumtani’in alaiha” untuk itu diperlukan sifat sabar untuk menjauhi berbagi bentuk kemaksiatan dan kejahatan.
Di samping itu sifat sabar juga diperlukan atas berbagai musibah dan ujian yang menimpa, diantara menunggu akan sesuatu harapan pun harus senantiasa diselimuti dengan apa yang dinamakan sabar, karena dengan kesabaran akan melahirkan keteguhan hati.
        Seorang muslim adalah seorang yang senantiasa bersyukur ketika dalam kelapangan dan bersabar ketika dalam kesempitan. Hal ini seiring dengan Hadits yang diriwayatkan Muslim yang artinya: sungguh amat menakjubkan perkara orang Muslim, semua perkataannya adalah senantiasa baik, dan hal itu tidak terjadi pada seseorang kecuali pada orang-orang yang beriman: manakala ia ditimpa kelapangan ia bersyukur dan itu sungguh baik baginya, dan manakla ia ditimpa kesempitan ia bersabar dan itu sungguh baik baginya”.
        Sabar dalam Islam adalah sabar dalam arti positif, bukan sabar yang berkonotasi negatif sehingga menjadikan pelakunya dipandang rendah dan hina.
Kata sabar memang mudah untuk diucapkan akan tetapi untuk direalisasikan dalam bentuk amal yang nyata ternyata sulit, sehingga perlu adanya latihan dan usaha membiasakan kesabaran.  Sabar yang baik itu adalah sabar yang tidak dibarengi dengan pengaduan kecuali pengaduannya hanya kepada Allah sebagaimana yang dilakukan Ya’kub Alaihis Salam yang termaktub dalam Surat Yusuf ayat 86 “Innama asykuu batsi wa khuzni ila Allah”.
        Senjata yang kedua untuk mencapai keselamatan bagi pemegangnya adalah syukur. Sebagai tamsil dapat penulis ilustrasikan di sini adalah cerita negeri saba’ yang terukir abadi di Qur’an Surat Saba’,
        Saba’ adalah suatu negeri yang ibukotanya Ma’rib. Di sekeliling kota tersebut penduduknya diberi kelebihan oleh Allah negeri yang “gemah ripah loh jinawi” (baldatun toyibatun warobun gofur) segala apa yang ditanam tumbuh dengan sangat subur. Seorang penduduk pada waktu itu tidak perlu mempunyai tanah berhektar, cukup mempunyai beberapa meter saja sudah tercukupi bahkan berlimpah hasil panen tanaman yang telah ditanam tersebut.
        Berlimpah ruahnya hasil panen yang dinikmati warga saba’ oleh Allah tidak banyak yang diminta, melainkan hanya warga Saba’ diminta untuk pandai bersyukur kepada pemberi nikmat. Namun apa yang terjadi di Negeri saba’ yang dulunya negeri yang makmur kini berbalik menjadi negeri yang amat sangat buruk, dekadensi moral terjadi dimana-mana, mereka lupa kepada Allah, dan mereka tidak bersyukur terhadap apa yang telah  diberikan Oleh Allah, sampailah kulminasi keangkuhan bangsa saba’ sehingga akhirnya Allah mengirim banjir bandang yang membinasakan kaum saba’ (vide QS.Saba’ 16)
        Kemakmuran bangsa Saba’ pada waktu itu karena mereka mempunyai sikap sabar dan pandai bersyukur. Dan kehancuran bangsa Saba’ juga dikarenakan telah hilangnya sikap sabar dan syukur. Untuk itulah Allah senantiasa mengingatkan “jikalau kamu pandai bersyukur, maka Allah pasti akan menambah naikmat itu, dan jikalau kamu kaufur nikmat, ingatlah bahwasanya azab Allah itu amat pendih” (QS.Ibrahim 6)
Pengertian Syukur secara umum adalah baca hamdalah dengan lisan dan mengakui bahwa nikmat tersebut datangnya dari Allah, sedangkan syukur secara khusus adalah mengucapkan hamdalah dengan lisan hingga meresap di hati, dan merealisasikan syukur dalam bentuk amal nyata menuju taat kepada Allah serta menjaga lesan dari segala hal-hal yang dilarang.

Dari uraian tersebut, kiranya tidak ada salahnya penulis menghimbau kepada kelarga besar peradilan dalam rangka menunggu datangnya Tunjangan kinerja  harap bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan thuulul amal baik bagi dirinya maupun bagi yang lain, dan tidak lupa pula penulis berharap untuk senantiasa bersyukur atas nikamat Allah termasuk di dalamnya bila sudah turun tunjangan kinerja tersebut.

 

Hak Cipta © 2014 Pengadilan Agama Kendal

Jl. Soekarno Hatta Km. 4, Brangsong - Kendal Telp. 0294-381490 Fax. 0294-384044

Jawa Tengah, Indonesia - 51371

SELAMAT DATANG DI WEBSITE PA. KENDAL YANG BERSTANDAR ISO 90001:2015